Halaman

Tasikmalaya, Situs Kabuyutan Awiluar Sirnajaya


Situs Kabuyutan Awiluar Sirnajaya

Berawal dari perjalanan spiritual di akhir tahun 2012, Prabu Darmansyah, SE, pemerhati sejarah menemukan situs-situs yang berada di Tasikmalaya, tepatnya di Galunggung dengan nama situs Lingga Hiyang (diambil dari nama tokoh masyarakat), juga di daerah Garut ditemukan situs-situs sebagai bukti sejarah di masa lampau.

Prabu mengungkapkan, untuk melihat sejarah masa lampau ada tiga aspek yaitu historis, magic, dan yuridis (bukti). "Ada beberapa situs yang saya temui seperti di Garut ada Dora Sembada peninggalan Aji Saka (yang membuat tulisan hana caraka), sebagai peninggalannya yaitu aksara tersebut.

Sedangkan di Tasikmalaya tepatnya di Gunung Payung pernah berjaya Kerajaan Galuh. Terdapat makam ibu Batari Hyang Jana Pati (Ibu dari Prabu Darma Sembada), dan makam Rama ba Tarahyang Suda Darma Wikata. Di tempat itu juga ada tempat suci yang bernama Panyiraman (dengan niat beberesih). Bahkan Kerajaan Majapahit berawal dari Galunggung yang berada di Kepunduhan Awiluar Desa Sirnajaya Kecamatan Karangjaya.

Menurut Prabu, banyak situs-situs yang berada di Tasikmalaya kini memprihatinkan dan tidak terawat serta dibiarkan begitu saja. Padahal di masa lampau pernah berjaya kerajaan dan ada bukti peninggalannya. Situs-situs tersebut mengandung makna sejarah yang sebenarnya harus dipelihara, dilindungi, dan dikelola untuk perawatannya.

"Dan baru-baru ini, kami membuat satu aliansi yang yang peduli terhadap situs peninggalan sejarah dengan nama Al-Parabi (Aliansi Pemelihara Pariwisata dan Budaya Indonesia) dengan jumlah tujuh orang pemerhati, dan saya sebagai bendahara," tutur Prabu Darmansyah, yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan.

Prabu berharap, agar pemerintah memperhatikan dan merawat situs-situs yang ada di wilayah Tasikmalaya khususnya. Jalan menuju situs Galuh sepanjang 2 km agar dipermudah dan diperbaiki. "Juga, himbauan kepada masyarakat jangan jadikan situs sebagai tempat untuk memuja atau mengejar materi/ meminta sesuatu, tapi mari kita sama-sama memeliharanya sebagai peninggalan sejarah," pungkasnya.

Tokoh masyarakat di sana, H. Asep Supendi berterima kasih kepada Al-ParabiI yang telah memberi penjelasan tentang situs sejarah di Desa Sirnajaya, dan memberi pengetahuan tentang situs-situs. "Padahal sudah hampir 20 tahun belum pernah tahu kalau di desa ada situs-situs tersebut. Pemerintah bisa memperhatikan keadaannya, karena bisa menjadi objek wisata religi, yang nantinya bermanfaat bagi pemerintah sebagai PAD (Pendapatan Asli Daerah), juga bisa bermanfaat bagi masyarakat," katanya. T-33

Demikian artikel ini saya buat, semoga bermanfa'at

No comments:

Post a Comment